This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2009

Malam - malam rapuh

"Nyawa-nyawa bersarang
dalam jaring laba-laba yang rapuh,
menanti untuk menjadi santapan para penggoda
dengan istana indah sebagai teman
kematian yang menyakitkan"


[Bee - fantasi dalam imajinasi]

Teraniaya dalam kehidupan luntang-lantung mencari hidup yang tidak pasti pada dunia ini. Hitam gelap menyelimuti kalbu bagai sosok yang terbalut dengan sutra dan tidak ingin berontak untuk terlepas karna terkekang dalam kelembutan. Hidup bagai air berjalan mengikuti arus jaman, kematianpun tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan.

Tanah makam, awal ia diberikan nama panggilan oleh beberapa orang yang aku rasa mereka pantas jika dipanggil dengan comberan. Keluguan dalam jiwaku yang tersusun rapih dengan keseronokan, selengean dan ugal-ugalanku walau tidak dapat menutup kepolosan yang ada, tapi mampu membuat sebagian dari mereka menyegani sikapku yang mudah bergaul.

Aku jadikan ia (Tanah makam) pasangan dalam hari-hariku kemarin agar tidak ada lagi cercaan dan hinaan untuknya setidaknya sebutan itu tidak lagi bebas berkeliaran ditelinga-telinga para munafik yang membutuhkan kehangatan.

Malam dimulainya Januari pada tahun itu, menjadi hari yang bersejarah sesungguhnya, tapi tidak kuinginkan sebenarnya dalam hidupku akan menyatunya hubungan.

Kegemerlapan dunia malam dengan musik-musik yang selalu membuatku tidak mampu untuk berhenti berdansa dan menghibur diri dengan suguhan minuman yang membuatku semakin terbuai dan melupakan sekitar yang menyaksikanku. Aku teriak "Uuuuuuuuuuiiiiiiiiiiiiiiiii" bersamaan dengan dentuman Bass yang menggetarkan dadaku dari lantunan nada-nada ngebeat beraliran hiphop dari salah satu penyanyi ternama membuatku semakin bergairah.

Duniaku dimasa depan tidak pernah terfikirkan, bahkan untuk menjadi seorang pemimpin yang dibanggakanpun hampir tidak pernah singgah dalam hayalanku.

Hidup yang aku jalani adalah semua hayalan-hayalan indah yang nyata.
Dia (musik-musik) selalu mengajakku terbang kelangit bersama bidadari-bidadari malam dengan hembusan-hembusan nafasnya yang selalu ingin aku rasakan menggodaku untuk terbang lebih tinggi lagi.

Tahukah apa yang aku rasa..?
Aku hanya sosok tubuh yang bergerak tanpa nurani dan hati..
Aku hanya nafsu yang selalu diinginkan disaat angin-angin semakin menusuk..
Aku hanya belaian dalam tidur setiap bidadari..
Aku tidak merasakan pernah ada dalam ketiadaan sebenarnya.

Nafas Hawa

"Bangunlah.. bangunlah.. lihat matahari sudah terbangun..
Sadarlah... sadarlah... buka matamu.."

Aku sangat tidak menyukai sengatan panas dari sinar itu.. biarkan aku tetap terpejam sampai pertemuan para bintang nanti. Biarkan saja aku..!


Setiap malam adalah kesenangan yang selalu membuatku enggan untuk berhadapan dengan pagi. Bahkan hampir tidak pernah aku melihat matahari langsung terkecuali sinarnya yang memaksa masuk dari celah-celah sirkulasi udara kamarku.

Aku tersadar mengingat suara yang mencoba membangkitkan aku dari kematian sementaraku tadi.

"suara yang berbeda, siapa gerangan malam tadi yang membuatku selelah ini? Kemana dia..? tadi baru saja masih terdengar nada-nadanya yang masih aku dengar berat, mungkin karna alkohol dan terlalu banyak mengkonsumsi nikotin tadi malam membuat suaranya agak parau tapi sangat menggoda"

Akhirnya ia muncul kembali dari arah dapur dengan rambut yang basah dan tubuh yang terlihat segar kembali berbalut piyama putih seperti handuk.

Hai, bangun juga rupanya.. sarapan dulu gih, aku sudah siapkan susu coklat dan roti. Selainya kamu oleskan sendiri yah.. Mau telur tidak..? kalau mau aku akan rebuskan buat kamu

Aku terperangah, "Gila, cantik banget..!!!"
Siapa nama kamu? maaf bukan aku sengaja melupakan, tapi memang sebenarnya aku benar-benar lupa.
Ia menjawab Bahkan kamu juga telah melupakan apa yang telah kita lakukan semalam, iyakan..?
Aku terdiam dan mengangguk perlahan mengiyakan dan perasaanku yang sangat dalam menyesali atas apa yang telah aku lakukan bersamanya tidak dalam keadaan sadar.

Boleh bawakan kesini sarapanku.. Pintaku tanpa memperdulikan ia mau menjawab pertanyaanku tentang siapa namanya atau tidak.
Namaku Siska, (Sembari duduk tepat merapat disisi kananku sembari memberikan sarapanku dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More